Langsung ke konten utama

Berkontribusi bersama Wahid Foundation



Berkontribusi bersama Wahid Foundation
            Wahid Foundation sebagai lembaga yang terus konsisten dalam mengembangkan gagasan Islam damai, demokrasi dan multikulturalisme di Indonesia dan dunia merupakan lembaga yang sangat strategis dalam merealisasikan gagasan tersebut dalam dunia nyata. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa arus globalisasi yang berkembang sangat pesat membawa dampak positif sekaligus negatif terhadap budaya dan perilaku masyarakat Indonesia. Dampak positif yang dapat kita rasakan adalah masyarakat Indonesia dapat merasakan keterbukaan informasi dan komunikasi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Akan tetapi di sisi lain dengan adanya keterbukaan informasi yang terjadi, masyarakat kita menjadi sangat tidak selektif akan informasi yang justru akan berdampak buruk bagi masayrakat. Misalkan dengan berkembangnya berita bohong (hoax), konten-konten pornografi, penyebaran paham keagamaan yang menyimping, hingga informasi yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan negara.
Fenomena semacam ini menjadi keprihatinan kita bersama termasuk kelompok pemuda yang nantinya akan membawa bangsa ke depan menjadi lebih baik. Menurut saya, keterlibatan para mahasiswa, aktifis dan para ilmuwan untuk terlibat dalam dinamika sosial kemasyarakatan sangat dibutuhkan. Sebagai mahasiswa yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan yang saya ikuti seperti PMII, BEM/DEMA dan komunitas kajian, serta beberapa kali mengikuti pelatihan saya mempunyai tanggung jawab besar dalam upaya terlibat dalam dinamika sosial kemasyarakatan, termasuk dalam isu agama, toleransi, dan kampanye untuk menolak kekerasan dan diskriminasi kelompok minoritas.
Keterlibatan saya dalam program ini bisa dilihat dari segi program studi saya, yaitu Akidah dan Filsafat Islam. Program studi yang saya geluti tentunya sangat relevan dengan fenomena isu agama dan ekstremisme agama, hal itu dikarenakan saya juga mendalami pemahaman tentang sejarah teologi Islam, dan beberapa upaya dalam rangka resolusi konflik. Pengalaman saya sebagai aktivis organisasi juga dapat bermanfaat bagi lembaga dalam menjalin komunikasi dan jaringan kepada lembaga yang mempunyai nafas perjuangan yang sama dengan gagasan Wahid Foundation.
Besar harapan saya, saya dapat berkontribusi dan sumbangsih dan sharing pengalaman yang besar dalam bergabung bersama Wahid Foundation. Sehingga hal ini dapat bermanfaat bagi pengembangan diri, lembaga dan memberikan aksi nyata di masyarakat guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang toleran, demokratis dna menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan.

Nb : Sahabat Muhammad Afit Khomsani S.Ag Penulis gagasan mengabdi bersama Wahid Foundatin . Sahabat sekaligus patner DEMA UIN WALISONGO Periode 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Soal Ujian Akhir Semester Filsafat Islam

UJIAN AKHIR SEMESTER MATA KULIAH                : Filsafat Islam DOSEN                         : Dr. Ilyas Supena, M.Ag Sifat Ujian                  : Open Book (dilarang kerjasama)   Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas! 1.      Di era klasik, Filsafat Islam berkembang di dua wilayah dengan arah perkembangan orientasi yang berbeda; Baghdad di satu sisi dan Andaluis di sisi lain. Jelaskan orientasi pemikiran filsafat yang berkembang di Baghdad! Jelaskan orientasi pemikiran filsafat yang berkembang di Andalusia!